Kamis, 13 Juni 2019

Dijemput Mas wkwkwk

Jam masih berdenting,
Masih pukul setengah lima sore hari ini,
Ku lihat kembali tanda dua ceklis itu,
Masih saja mengabu.

Rintik hujan mulai turun,
Semua orang sudah berpamitan pulang,
Tinggal aku yang masih terkurung,
Menanti kenangan yang tak terulang.

Ku tatap layar hitam itu lama-lama,
Sekilas kata sumpah serapah terlintas,
Gerutu ku kian menjadi,
Mengapa tidak kau baca pesan ini!

Hujan kian deras,
Kian beradu dengan genting diatas,
Lalu ada satu balas
"Maaf aku telat membalas mu"

Sesak dihati pun pergi
Seakan tahu sang tabib sudah mengobati
Ku tersenyum lemas
"Sedang sibuk, Mas ? Hayuk pulang"

Jumat, 02 Maret 2018

Untuk Kamu : Sabar, ya :)

Bismillah,

sudah diangka berapa umur mu nak ?? ah mungkin baru belasan ya ? ndak papa, didoakan supaya panjang umur dan sehat selalu.

kalau sudah baca postingan yang ini, berarti saat ini Ibu sedang harus belajar (dan mengingatkan mu) mengenai rasa sabar.

sabar itu bukan perihal harus mau-gakmau nerima takdir, yang kalau ibu ndak salah ingat, takdir sendiri itu adalah hal terbaik yang terjadi, menurut Allah untuk hamba-hambaNya..
sabar itu juga bukan masalah nunggu. nunggu waktu buka puasa, nunggu waktu sholat, nunggu hujan reda, nunggu jkt banjir lagi biar bisa banjir-banjiran *eeeeh.

sabar itu jauh lebih dalam dari sekedar nerima. lebih lengkap daripada pasrah. Ibu sendiri ndak tau harus pakai kata apa untuk ekspresikan yg namanya sabar. tapi pelan-pelan Ibu belajar untuk sabar. 

sabar itu ketika ada pilihan yang jauh lebih buruk tapi bisa mendatangkan kesenangan sendiri dan kita bertindak untuk menahan diri. sabar ya kurang lebih seperti itu. menahan. tahan dari semua godaan. dengan akal sehat tentunya.

semoga, kalian kelak bisa belajar sabar. entah dari cerita yang manis ataupun yang pahit sekalipun 😊


Jakarta, 28 Maret 2018.
Salam, kangen.

Sabtu, 28 Oktober 2017

Untuk Kamu (4) : Belajar ikhlas ya!

Bismillah,
Assalamu'alaikum.

gimana kabarnya? moga kalian dan aku yg lagi baca berkali2 yg baca sehat semua yaaah, di lindungi Allah selalu 😊

gimana keadaan hatinya?  masih sering galau sendirian ndak? semoga udah ada yg menemani hihihi apa sik 😂

tulisan kali ini mau buat belajar ikhlas.
ndak gampang memang, apalagi jalaninnya aja belum seratus persen. hmmm

ikhlas. mesti banget yah ndak diomongin? ndak juga. kadang ada ikhlas yg perlu disebutkan, terutama dalam doa. berdoa ketika meminta hati yang jago dalam masalah ikhlas. memangnya ikhlas itu gampang?

ibarat kalian gede nanti punya impian, sudah tinggal selangkah lagi untuk mencapainya, kemudian Allah arahkan kalian kepada jalan yg memang bukan kesana. harus apa?

meraung? gelar galau nasional? apa harus jungkir balik? atau bahkan malah nyalahin Allah karena ndak ngasih jalan untuk kesana? jangan. semoga kelak nanti Ibu bisa mengajarkan kalian bagaimana wujud ikhlas itu.

semua terjadi karena memang Allah atur yg terbaik untuk kita, yang mungkin bisa membahayakan kita diubah menjadi yang bisa membuat kita nyaman. yang mungkin kelihatannya dari jauh itu menyenangkan, tapi ternyata hanya mengelabui? semua sudah diatur sebaik-baiknya oleh Allah. kita hanya perlu ikhlas menghamba.

ikhlas menghamba

hamba. satu kata yang syarat akan makna selalu berpasrah pada tuannya. tuan kita Allah, dek, kak, mas, mbak. mangut akan kehendak-Nya juga termasuk pasrah, berserah diri. makanya ada yang bilang tawakal itu bukan diakhir tapi dari awal proses harusnya sudah tawakal 😊

sudah yah, nanti kalau banyak pertanyaan yang muncul karena tulisan ini, boleh langsung nanya ke ibu atau ayahmu, ataupun boleh ke nenek atau kakekmu. mereka lebih banyak pengalaman ikhlas dan mengikhlaskannya

Jakarta, 28 Oktober 2017.
22:22
p.s : maaf karena vakum lama sekali.
kondisi emosi yang terlalu bahagia atau sedih sangat mempengaruhi hati untuk tidak menulis dulu :')

Selasa, 05 September 2017

Pergi

Bismillahirrahmanirrahim..

H-2 bulan,
"pitik, nanti yang dateng wisuda Ibu aja ya" begitu kata Ibu. tapi...

H-20,
Ibu sakit

H-16 wisuda SMP,
ibu pergi. pamit disamping tidurnya

H-4,
mata masih sering bengkak. masih terlalu sering nangis

Hari H Wisuda SMP,
diacara prosesi wisuda cuma bisa nangis

H+6 tahun,
wisuda ketiga, tanpa ibu, dan masih mewek.
cum laude ini untuk Ibu.
maaf udh jadi cucu ter-rese, manja, buandel gak ketulungan.
pitik sayang Ibu.

Allahumagfirlaha warhamha wa'afiha wa'fuanha.

belajar caranya melepaskan, belajar bagaimana menyikapi kepergian :)

Sabtu, 08 April 2017

Catatan (1) : tentang cemas

Bismillah,
Kamu pernah bertanya kenapa ada beberapa tulisanku yang diawali bismillah ? Jawabannya tidak lain dan tidak bukan itu karna sesuatu yg diawali dengan mengingat Allah terlebih dahulu mungkin bisa meredam emosi ku. Entah itu yang terlalu bahagia atau yang sedang berlarut dalam kebingungan dan kesedihan.

Semua kecemasan-kecemasan hanya Allah yang perlu tahu, tapi ada beberapa diantaranya yang harus ku bagi. Karena seperti katamu, aku ini hanya makhluk, lemah, tidak bisa apa-apa, bahkan memendung masalah ku sendiri pun aku tak mampu.

Aku memilih untuk bercerita. Setelah memilih untuk buka suara, aku dihadapkan dengan pilihan, "dengan siapa harus ku bagi". Itu menjadi masalah lagi.
Emosi itu kadang aku pendam lagi. Tidak tahu harus bagaimana menghadapinya. Krisis kepercayaan.




Jakarta, 9 April 2017
10.40